Senin, 19 September 2016
Jumat, 16 September 2016
Kamis, 21 Juli 2016
14 Adab Merayakan Idul Fitri
Tak terasa, esok atau
lusa umat Islam di seantero jagad akan merayakan Hari Raya Idul Fitri
1434 H. Inilah, hari kemenangan bagi mereka yang berpuasa sebulan penuh
di bulan Ramadhan. Semua umat Muslim bersuka cita menyambut datangnya hari raya.
Umat Muslim di berbagai tempat, daerah, dan negara memiliki tradisi masing-masing dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Namun, intinya pada saat hari raya, setiap keluarga bisa berkumpul, saling mengunjungi, dan bersilaturahim, serta saling memaafkan.
Agar Idul Fitri 1434 H benar-benar bermakna, sebaiknya seorang Muslim hendaknya memperhatikan adab berhari raya. Rasulullah SAW telah memberi contoh dan teladan tentang adab berhari raya.
Dalam Kitab Mausuu'atul Aadaab Al-Islaamiyyah, Syekh Abdul Azis bin Fathi As-Sayyid Nada menjelaskan adab berhari raya secara rinci. Lalu apa saja adab yang perlu diperhatikan saat berhari raya?
Pertama, niat yang benar.
Niat yang benar merupakan dasar dari semua urusan. ''Wajib bagi seorang Muslim menghadirkan niat yang benar dalam segala perkara berkaitan dengan hari raya, seperti berniat ketika keluar rumah untuk shalat demi mengikuti Nabi SAW,'' ungkap Syekh Sayyid Nada.
Kedua, mandi.
Pada hari Idul Fitri hendaknya setiap Muslim mandi. Sehingga, kata Syekh Sayyid Nada, dapat berkumpul bersama kaum Muslimin lainnya dalam keadaan bersih dan wangi. Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, bahwa ia mandi pada hari raya Idul Fitri, sebelum berangkat ke tempat shalat. (HR Malik dalam kitab al-Muwaththa).
Ketiga, memakai wewangian.
Saat akan shalat Idul Fitri, hendaknya setiap Muslim memakai wewangian dan dalam keadaan bersih.
Keempat, memakai pakaian baru.
Menurut Syekh Sayyid Nada, jika seseorang mampu, disunahkan memakai pakaian baru pada hari raya Idul Fitri. Hal itu menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT dan menunjukkan kegembiraan pada hari raya. Ibnu Umar RA memakai pakaian terbaiknya pada kedua hari raya. (HR Al-Baihaqi).
Kelima, mengeluarkan zakat fitrah sebelum melaksanakan shalat.
Sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, seorang Muslim hendaknya mengeluarkan zakat fitrah sebelum shalat untuk menggembirakan fakir-miskin dan orang yang membutuhkan pada hari Ied tersebut. Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk mengeluarkan zakat fitrah sebelum orang-orang keluar untuk shalat. (HR al-Bukhari dan Muslim).
Keenam, memakan kurma sebelum berangkat darirumah pada hari raya Idul Fitri.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ath-Thabrani, Rasulullah SAW sebelum berangkat shalat pada hari raya Idul Fitri memakan kurma terlebih dahulu. Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi SAW tak berangkat shalat Idul Fitri kecuali setelah makan, sedangkan beliau tidak makan pada hari raya Idul Adha, kecuali setelah pulang dan makan dari hewan kurbannya. (HR at-Tirmidzi)
Ketujuh, bersegera menuju tempat shalat.
Pada hari raya Idul Fitri, hendaknya setiap Muslim bergegas menuju tempat dilakukannya shalat I'ed.
Kedelapan, keluarnya wanita ke tempat shalat.
Menurut Syekh Sayyid Nada, wanita dianjurkan untuk keluar menuju tempat shalat walaupun sedang haid. Sehingga, mereka dapat menyaksikan dan mendapat kemuliaan hari raya serta merasakan kebahagiaan bersama orang lain.
''Meski begitu, hendaknya wanita yang haid memisahkan diri dari tempat shalat. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari-Muslim, Nabi SAW memerintahkan gadis-gadis pingitan, anak-anak, serta wanita haid untuk keluar, namun wanita haid yang menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum Mukminin, hendaklah mereka memisahkan diri dari tempat shalat.
Kesembilan, anak-anak juga keluar untuk shalat.
Ibnu Abbas RA berkata, ''Aku keluar bersama Nabi SAW pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, kemudian beliau shalat dan berkhutbah…'' (HR Bukhari-Muslim). Menurut Syekh Sayyid Nada, hendaknya anak-anak ikut keluar sehingga mereka ikut merasakan kebahagiaan hari raya, bersenang-senang dengan pakaian baru, keluar ketempat shalat, dan menyaksikan jamaah kaum Muslimin walaupun mereka tidak shalat karena masih kecil.
Kesepuluh, keluar untuk shalat dengan berjalan kaki.
Keluar berjalan kaki untuk shalat termasuk sunah. Sebagaimana Nabi SAW keluar pada dua hari raya dengan berjalan kaki, shalat tanpa azan dan iqamat, dan pulang berjalan kaki melalui jalan lain. (HR Ibnu Majah). Perbuatan inilah yang disukai selama tak memberatkan orang yang shalat.
Kesebelas, bertakbir denga suara keras sampai ke tempat shalat.
Disunahkan bertasbih mulai dari keluar rumah sampai ke tempat shalat. Hal ini untuk menunjukkan syi'ar Islam.
Keduabelas, bersalaman dan saling mengucapkan selamat di antara orang yang shalat.
Bersalaman dan saling mengucapkan selamat akan membahagiakan jiwa yang merasa gembira pada hari Ied. Bisa pula sambil mengucapkan, ''Semoga allah menerima amal kami dan amal kalian.''
Ketigabelas, bersilaturahim.
Menjalin silaturahim wajib pada setiap waktu. Namun, semakin dianjurkan pada saat hari raya Idul Fitri. Sehingga, semua anggota keluarga bisa senang dan bisa merasakan kebesaran hari raya itu.
Keempatbelas, saling bertikar hadiah dan makanan.
Sudah menjadi tradisi, pada hari raya setaip tetangga bertukar makanan dan hidangan. Bahkan, dianjurkan untuk memberikan hadiah bagi mereka yang tak mampu.
Umat Muslim di berbagai tempat, daerah, dan negara memiliki tradisi masing-masing dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Namun, intinya pada saat hari raya, setiap keluarga bisa berkumpul, saling mengunjungi, dan bersilaturahim, serta saling memaafkan.
Agar Idul Fitri 1434 H benar-benar bermakna, sebaiknya seorang Muslim hendaknya memperhatikan adab berhari raya. Rasulullah SAW telah memberi contoh dan teladan tentang adab berhari raya.
Dalam Kitab Mausuu'atul Aadaab Al-Islaamiyyah, Syekh Abdul Azis bin Fathi As-Sayyid Nada menjelaskan adab berhari raya secara rinci. Lalu apa saja adab yang perlu diperhatikan saat berhari raya?
Pertama, niat yang benar.
Niat yang benar merupakan dasar dari semua urusan. ''Wajib bagi seorang Muslim menghadirkan niat yang benar dalam segala perkara berkaitan dengan hari raya, seperti berniat ketika keluar rumah untuk shalat demi mengikuti Nabi SAW,'' ungkap Syekh Sayyid Nada.
Kedua, mandi.
Pada hari Idul Fitri hendaknya setiap Muslim mandi. Sehingga, kata Syekh Sayyid Nada, dapat berkumpul bersama kaum Muslimin lainnya dalam keadaan bersih dan wangi. Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, bahwa ia mandi pada hari raya Idul Fitri, sebelum berangkat ke tempat shalat. (HR Malik dalam kitab al-Muwaththa).
Ketiga, memakai wewangian.
Saat akan shalat Idul Fitri, hendaknya setiap Muslim memakai wewangian dan dalam keadaan bersih.
Keempat, memakai pakaian baru.
Menurut Syekh Sayyid Nada, jika seseorang mampu, disunahkan memakai pakaian baru pada hari raya Idul Fitri. Hal itu menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT dan menunjukkan kegembiraan pada hari raya. Ibnu Umar RA memakai pakaian terbaiknya pada kedua hari raya. (HR Al-Baihaqi).
Kelima, mengeluarkan zakat fitrah sebelum melaksanakan shalat.
Sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, seorang Muslim hendaknya mengeluarkan zakat fitrah sebelum shalat untuk menggembirakan fakir-miskin dan orang yang membutuhkan pada hari Ied tersebut. Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk mengeluarkan zakat fitrah sebelum orang-orang keluar untuk shalat. (HR al-Bukhari dan Muslim).
Keenam, memakan kurma sebelum berangkat darirumah pada hari raya Idul Fitri.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ath-Thabrani, Rasulullah SAW sebelum berangkat shalat pada hari raya Idul Fitri memakan kurma terlebih dahulu. Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi SAW tak berangkat shalat Idul Fitri kecuali setelah makan, sedangkan beliau tidak makan pada hari raya Idul Adha, kecuali setelah pulang dan makan dari hewan kurbannya. (HR at-Tirmidzi)
Ketujuh, bersegera menuju tempat shalat.
Pada hari raya Idul Fitri, hendaknya setiap Muslim bergegas menuju tempat dilakukannya shalat I'ed.
Kedelapan, keluarnya wanita ke tempat shalat.
Menurut Syekh Sayyid Nada, wanita dianjurkan untuk keluar menuju tempat shalat walaupun sedang haid. Sehingga, mereka dapat menyaksikan dan mendapat kemuliaan hari raya serta merasakan kebahagiaan bersama orang lain.
''Meski begitu, hendaknya wanita yang haid memisahkan diri dari tempat shalat. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari-Muslim, Nabi SAW memerintahkan gadis-gadis pingitan, anak-anak, serta wanita haid untuk keluar, namun wanita haid yang menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum Mukminin, hendaklah mereka memisahkan diri dari tempat shalat.
Kesembilan, anak-anak juga keluar untuk shalat.
Ibnu Abbas RA berkata, ''Aku keluar bersama Nabi SAW pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, kemudian beliau shalat dan berkhutbah…'' (HR Bukhari-Muslim). Menurut Syekh Sayyid Nada, hendaknya anak-anak ikut keluar sehingga mereka ikut merasakan kebahagiaan hari raya, bersenang-senang dengan pakaian baru, keluar ketempat shalat, dan menyaksikan jamaah kaum Muslimin walaupun mereka tidak shalat karena masih kecil.
Kesepuluh, keluar untuk shalat dengan berjalan kaki.
Keluar berjalan kaki untuk shalat termasuk sunah. Sebagaimana Nabi SAW keluar pada dua hari raya dengan berjalan kaki, shalat tanpa azan dan iqamat, dan pulang berjalan kaki melalui jalan lain. (HR Ibnu Majah). Perbuatan inilah yang disukai selama tak memberatkan orang yang shalat.
Kesebelas, bertakbir denga suara keras sampai ke tempat shalat.
Disunahkan bertasbih mulai dari keluar rumah sampai ke tempat shalat. Hal ini untuk menunjukkan syi'ar Islam.
Keduabelas, bersalaman dan saling mengucapkan selamat di antara orang yang shalat.
Bersalaman dan saling mengucapkan selamat akan membahagiakan jiwa yang merasa gembira pada hari Ied. Bisa pula sambil mengucapkan, ''Semoga allah menerima amal kami dan amal kalian.''
Ketigabelas, bersilaturahim.
Menjalin silaturahim wajib pada setiap waktu. Namun, semakin dianjurkan pada saat hari raya Idul Fitri. Sehingga, semua anggota keluarga bisa senang dan bisa merasakan kebesaran hari raya itu.
Keempatbelas, saling bertikar hadiah dan makanan.
Sudah menjadi tradisi, pada hari raya setaip tetangga bertukar makanan dan hidangan. Bahkan, dianjurkan untuk memberikan hadiah bagi mereka yang tak mampu.
Selasa, 12 Juli 2016
Beberapa tindakan darurat jika file penting kamu hilang
Sudah tidak dapat
dipungkiri lagi jika media penyimpanan kita sangat rawan hilang. Baik
itu penyimpanan internal dari perangkat smartphone atau laptop maupun
penyimpanan eksternal seperti flashdisk, harddisk eksternal, maupun
memory card. Entah data penting kita hilang karena terkena virus atau
tak sengaja terformat secara tidak sengaja, atau bahkan hilang saat kita
mengerjakan tugas di warung internet. Sangat menyebalkan bukan
seandainya kita ingin kirim tugas kuliah namun mendadak tidak bisa
dibuka atau filenya corrup dan harus dikirim sekarang juga, apa tidak
pusing kawan ?
Kawan, jika anda pernah mengalami hal
yang sama seperti yang saya alami, berarti kita senasib ( Eh kok jadi
nglantur ? ). Baiklah kawan langsung saja pada inti cerita. Jika kawan
mengalami masalah pada media penyimpanan anda, saya memiliki tips
sederhana namun efektif jika file anda mendadak hilang, berikut tips
darurat saat file kita hilang.
- Cari kembali file yang dikirim melalui email. Biasanya di bagian kirim masih ada file kita yang tersimpan dalam email. Jika beruntung segeralah untuk mengunduhnya.
- Selalu meng"back up" file kita ke internet. Baik di sosial media seperti facebook atau cloud storage milik google seperti google drive atau sejenisnya.
- Buatlah media cadangan saat file dimedia lainnya. Karena jika yang satu rusak masih ada salinannya.
- Jika semua langkah sudah dicoba namun gagal, terpaksa bawalah ke servis terdekat dan berdoalah agar perangkat kita cepat sembuh.
( kyota hamzah )
Senin, 11 Juli 2016
Empat cara mudah mencari inspirasi menulis
Menulis itu susah ?, tergantung sih kawan bagaimana menyikapinya. Ada
yang sangat mudah menyalurkan ide tulisannya seperti air yang mengalir
jauh sekali seperti aliran sungai yang sampai ke muara, namun ada juga
yang butuh sebuah media inspirasi dahulu baru bisa menulis. Berbicara
mengenai mencari inspirasi, saya punya empat tips mudah bagi kawan yang
ingin menulis, baik itu sebuah tugas mengarang cerita, membuat cerpen,
puisi, atau bahkan tugas skripsi bisa kita memulainya dengan cara mudah
dan hemat biaya. Mau tahu, yuk disimak caranya berikut ini.
Bagaikan anak kembar, membaca dan menulis adalah bagian yang tak dapat
dipisahkan dalam hal membangun sebuah konsep literasi. Membaca adalah
tahap awal dalam menentukan gagasan tulisan dan menulis adalah tahap
akhir saat gagasan tersebut telah terkonsep dengan matang melalui proses
membaca. Bagi kawan yang hendak memulai tulisan laporan maupun tugas
ilmiah, kami sarankan untuk mencari referensi bacaan yang sesuai dengan
tugas anda melalui media yang anda miliki. Media tersebut bisa berupa
buku pendamping, kumpulan hasil penelitian dari orang-orang yang pernah
meneliti atau setidaknya mirip sebagai bahan acuan. Bila tugas anda
adalah observasi bisa juga “membaca” keadaan sekitar yang hendak kita
observasi.
Bagi kawan yang hendak memulai tulisan fiksi seperti cerpen maupun
novel alangkah baiknya kita memperbanyak media bacaan baik berupa
internet, biografi, buku sejarah, koran, maupun novel yang sesuai dengan
minat kita agar tulisan kita dapat mudah dipahami orang lain. Mengapa
demikian ?, karena yang membaca tulisan kita adalah orang lain dan kita
perlu membuat tulisan sesuai sudut pandang sang pembaca. Bila sudut
pandang kita sebagai penulis dan pembaca dapat selaras maka tulisan kita
akan memiliki ruh yang akan membawa kita masuk ke dalam dunia kita
dalam setiap karya kita.
Sering-seringlah menonton film
Anda tipe orang yang lebih suka melihat ?, masih ada media cara lain
selain dengan membaca, apa itu ?, ada yaitu menonton film yang sesuai
dengan kesukaan kita. Bila anda menonton film laga maka amatilah bagian
pertempurannya agar saat kita menulis dapat menggambarkan keadaan
pertempuran. Bila anda menonton film drama maka amatilah bagian konfilk
agar saat kita menulis dapat membangun intrik dan plot cerita yang tak
terduga. Bila anda menonton film fantasi dan petualangan maka amatilah
bagian setting filmnya agar tulisan kita dapat menggambarkan dunia yang
kita gambarkan.
Terkadang menonton film dan serial yang kita sukai akan membantu kita
dalam mengembangkan cerita yang bagus, namun ingat, itu hanyalah media,
perantara kita dalam mencari inspirasi. Masih ingatkah kita dengan
sinetron-sinetron “gak jelas” seperti ganteng-ganteng serigala maupun
kawannya yang meniru persis tanpa ada ciri khas yang dapat diunggulkan.
Semua itu berasal dari cara pengambilan cerita yang salah dimana materi
diambil langsung bagian luarnya saja. Kawan, meniru adalah hal yang
alami yang dimiliki manusia, manusia memulai belajar dari meniru apa
yang ada disekitarnya, namun manusia memiliki akal untuk mengembangkan
apa yang ditirunya menjadi sesuatu yang baru. Jadi kawan, ambillah
bagian baiknya dan kembangkan sesuai fantasi kalian agar tercipta karya
yang baru dari yang karya yang terdahulu, bahkan kalau bisa
mengunggulinya.
Usahakan untuk jalan-jalan
Loh kok jalan-jalan ?, tenang kawan, ini ada penjelasannya. Seperti poin
pertama, kita perlu membaca kondisi nyata diluar sana agar apa yang
kita tulis bisa terasa realitis meskipun tema tulisan kita berupa fiksi.
Dan media yang mudah diamati adalah jalan-jalan. Selain itu, dengan
jalan-jalan pikiran kita akan fresh dan lebih mudah untuk memulai
aktifitas. Apa jalan-jalan harus keluar kota ?, tidak harus sih asalkan
nyaman dan belum pernah kita jelajahi akan terasa nikmat dan yang paling
penting murah bukan kawan !.
Berkumpul dengan kawan kita
Terkadang sebuah inspirasi berasal dari obrolan ringan saat kita
berkumpul dengan kawan kita. Hal ini terjadi karena otak kita merekam
obrolan tersebut dan menjadikannya sebagai pengalaman meski kita sendiri
belum mengalaminya. Contoh mudahnya saja kawan kita menceritakan
pengalamannya saat mengalami tabrakan yang dialaminya. Meski kita
sendiri belum pernah mengalaminya namun dalam alam sadar kita merekamnya
dan menjadikannya sebagai pengalaman tak langsung.
Dengan pengalaman tak langsung tersebut kita menjadikan apa yang
dimiliki teman kita sebagai media penambah wawasan akan kehidupan dan
menuangkannya dalam setiap tulisan kita. Gambaran nyata akan kejadian
nyata mereka membuat apa yang kita tuliskan memiliki makna dan pesan
bagi pembaca akan sebuah apa-apa yang mana yang bisa diambil hikmahnya.
Minggu, 10 Juli 2016
gambar berkata yang membuat hidupmu penuh motivasi
ketenagan sudah menjadi kebutuhan manusia modern yang kian lama semakin susah didapatkan. saat ini mungkin sudah banyak tempat hiburan yang ada di sudut kota dengan banyak pilihan. akan tetapi mencari ketenangan menjadi hal yang kian hari semakin sedikit. walau ketenangan itu kian tipis, namun jangan pesimis. ada kalanya kita perlu memotivasi diri untuk tetap tenang di masa yang tak tenang ini.
![]() |
| gambar berkata 1 |
![]() |
| gambar berkata 2 |
![]() |
| gambar berkata 3 |
![]() |
| gambar berkata 4 |
![]() |
| gambar berkata 5 |
![]() |
| gambar berkata 6 |
![]() |
| gambar berkata 7 |
![]() |
| gambar berkata 8 |
![]() |
| gambar berkata 9 |
![]() |
| gambar berkata 10 |
![]() |
| gambar berkata 11 |
![]() |
| gambar berkata 12 |
meme lucu yang bikin kamu cengir-cengir sendiri
terkadang kita sering mengalami rasa bosan, entah saat kita sibuk dengan aktititas kerja kita sehari-hari yang terus-menerus sama ataupun saat tidak ada kegiatan yang bisa dikerjakan ( nganggur, pen.). hidup memang tak selamanya happy seperti yang ada di FTV, tapi setidaknya perlu kita syukuri seperti ganbar dibawah ini.
![]() |
| meme lucu 1 |
![]() |
| meme lucu 2 |
![]() |
| meme lucu 3 meme lucu 4 |
![]() |
| meme lucu 5 |
![]() |
| meme lucu 6 |
![]() |
| meme lucu 7 |
![]() |
| meme lucu 8 |
Langganan:
Postingan (Atom)





















